Minggu, 18 Januari 2015



“ LEAGUAGE OF LOVE “ (part 1)

Main Cast :
-         
            Kai                      
-         Eunhyuk             
-         Park Shin Hye   


Minggu pagi, seperti biasanya Kai berolahraga berjalan menyusuri komplek. Ditengah perjalanan Kai melihat seorang gadis kecil duduk di pinggir jalan sambil menangis, entah bagaimana tidak ada satu orang pun yang bersimpati melihatnya padahal begitu ramai orang pejalan kaki di sepanjang jalan, karena penasaran ia pun mendekati gadis kecil tersebut. “annyeong” kata Kai sambil menundukkan kepala melihat wajah gadis kecil itu, tapi gadis itu malah menunduk seakan tidak ingin memperlihatkan wajahnya.
“Mengapa kau menangis? Apa kau sendiri?”, berkali-kali Kai mencoba bertanya namun gadis kecil itu tetap menangis tanpa menatapnya. Tak lama kemudian datanglah seorang yeoja, dia menggerak-gerakkan tangannya seolah ingin tahu apa yang sedang terjadi, Kai bingung harus berbuat apa karena ia saja tak tahu apa yang dilakukan yeoja itu.
“annyeong”, Kai mulai membuka pembicaraan namun yeoja itu hanya membungkukkan badan dan langsung pergi membawa gadis kecil tadi.
“aneh, mengapa yeoja itu membawa gadis kecil yang tadi menangis? Apa dia unnie nya ? gwaenchanh-ayo”, Kai melanjutkan jalannya.
**
“aah kau sudah sampai, ayo kemari kita sarapan bersama”, ajak eomma Kai.
“jeosonghabnida, aku tidak bisa”, kata Kai sambil menatap tajam abeoji-nya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
“sudahlah jung eun, mungkin dia perlu istirahat setelah lelah berolahraga”, ucap abeoji pada istrinya.
(di kamar Kai)
“aku benar-benar muak dengan kelakuan lelaki itu (abeoji nya) bagaimana bisa dia mengkhianati cinta ibuku? sampai kapan pun tidak akan ku maafkan, aahh!”
Setelah mandi dan berpakaian rapih, Kai langsung beranjak pergi.
“kau ingin kemana lagi sayang?”
“aku ingin mencari udara segar yang dapat memulihkan otakku kembali”
“apa olahraga pagimu tadi kurang mendapat udara segar?”
“tadi sudah, setelah pulang kerumah udara itu menghilang”, kata Kai sambil menatap kembali abeoji-nya
“sudahlah bu, aku pergi dulu”
“baiklah kalau begitu, pulanglah sebelum jam makan malam”
“aku tidak akan pulang jika si ber*engsek itu masih ada disini?”
Eomma-nya pun bingung, siapa yang dimaksud ber*engsek itu “siapa maksudmu?”
“sudahlah bu, belum saatnya ibu tau, aku pergi bu”
“aah dasar anak itu selalu saja membuatku bingung”
Baru saja eomma Kai berbalik badan bel pintu sudah berbunyi, Ting Tong !
“siapa yang bertamu pagi seperti ini?”
“sudahlah lebih baik kau lihat dulu sayang”
“aah baiklah”
Eomma Kai membuka pintu dan ternyata itu halmeoni, eomma abeoji Kai.
“Eomma, aku kira siapa”
“aku sengaja datang karena aku rindu pada (cucu) ku satu-satunya itu, dimana dia?”
“dia baru saja pergi, lebih baik eomma duduk dulu biar ku ambilkan minum”
“apa kau menganggapku seorang tamu?”
“bukan seperti itu eomma, apa eomma tidak haus selama perjalanan menuju kemari?” jawab abeoji Kai.
“terserah kau saja jung eun”
“bukankah itu jawaban yang lebih baik, yasudah tunggu sebentar eomma” jawab eomma Kai seraya berjalan menuju dapur.
“berapa lama eomma akan menginap di rumah ini?” ayah Kai membuka obrolan.
“aku baru saja datang kau sudah bertanya seperti itu?” jawab halmeoni kesal.
“ini, lebih baik eomma minum dulu airnya”
Setelah halmeoni meminum air yang sudah disediakan, ia pun menaiki tangga menuju kamar kosong tempatnya biara tidur saat sedang menginap.




**kembali pada Kai**
Kai menyetir mobilnya dengan sangat laju, sampai-sampai dia hampir menabrak seorang yeoja.
“hei apa kau sudah gila menyebrang jalan tanpa melihat kendaraan yang sedang melintas” teriaknya dari dalam mobil, namun yeoja itu hanya menundukkan kepala dan langsung beranjak pergi.
“aneh sekali, aku seperti pernah melihatnya tapi dimana?”, Kai berpikir mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu yeoja tersebut.
“aah sudahlah itu tidak penting, yang terpenting saat ini adalah aku harus bertemu dengan Jeon Jin Seong”, ia kembali menancap gas mobilnya.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya sampai lah Kai dirumah Jeon Jin Seong, Kai langsung menuju kamar Jeon dan ternyata Jeon sedang tertidur pulas.
“hei Jeon bangunlah, aku sudah sampai”
“hmm.. ada apa lagi sih kau datang?” kata Jeon dengan nada mengantuk
“jadi kau terganggu dengan kedatanganku? Baiklah apa kau sudah siap Park yeong meninggalkanmu jeon?”
Jeon langsung terbangun dengan kata-kata Kai tadi “iya-iya ada apa sahabatku? Cerita lah”
“kalau sudah berkata yeong saja kau langsung semangat”
“sudah cepat kau ingin bercerita apa? Aah pasti tentang abeoji mu lagi ya? Apa lagi yang ia perbuat sekarang?”
“hei kau ini seperti wartawan saja, bertanyalah satu-satu”
“iya-iya maaf”
“huh! Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“kau datangi saja selingkuhan abeoji mu itu lalu kau bunuh dia, selesai lah masalahmu”
“apanya yang selesai, pendapatmu itu membuat masalah menjadi masalah!”
“hahaaa aku hanya bercanda Kai, jangan marah lah, bagini saja lebih baik kau memberitahu eomma mu terlebih dahulu, dengarkan apa yang ia sampaikan padamu Kai”
“tapi aku tidak ingin menghancurkan hati eomma”
“kau ini bagaimana, jika kau tidak memberitahu ibumu nantinya ia juga akan tahu dan itu lebih menghancurkan hatinya, apa kau tega ?”
“ada benarnya juga perkataanmu itu”
“jadi, tidak salah kau memilihku jadi sahabatmu kan”
“menurutmu?”
“aah sudahlah, sekarang kau pulang atau menginap Kai?”
“aku menginap sajalah”
“yasudah, kebetulan eomma dan abeoji ku sedang dinas ke luar kota”
“pantas saja rumah ini terlihat sepi”
“aah setiap hari rumah ini memang selalu sepi, kemana saja kau?”
“lupakan, hei jeon tadi pagi itu aku bertemu dengan seorang yeoja”
“lalu bagaimana? Kau minta nomer handphone nya? Menanyakan alamatnya? Atau paling tidak namanya?”
“apa kebiasaan mu bertanya secara beruntun itu tidak dapat diubah jeon?!”
“sudahlah ceritakan Kai, ayooo”
“dia itu memang cantik, tapi rasanya ada yang aneh pada dia”
“aneh bagaimana?”
“tadi pagi saat aku ingin berkenalan, dia hanya membungkukkan badan, dan tadi saat aku dijalan menuju ke rumah mu, aku bertemu lagi dengannya dia hampir saja ku tabrak”
“lalu?”
“aku berteriak, dan dia hanya menundukkan kepala. Aneh bukan?”
“ia sangat aneh, apa tidak ada satu kata pun keluar dari mulutnya?”
“tidak”
“mungkin dia tidak ingin berbicara dengan mu Kai haaahaahaha”
“terus saja meledek, ya sudah aku mau makan, apa ada makanan jeon”
“ambillah di lemari pendingin”
“baiklah”
*(sore, di rumah jeon)
“aku ingin mencari ramen, apa kau ingin ikut?”
“apa kau tega meninggalkan ku disini bersama asistenmu?!”
“yasudah, mari”
Saat sampai di sebuah supermarket, Kai kembali melihat yeoja yang tadi pagi bertemu dengannya dan yang hampir ia tabrak siang tadi.
“jeon lihatlah, itu yeoja yang ku ceritakan”
“mana?”
“itu”,  jari Kai menunjuk arah kanan dari tempatnya berdiri.
“ayo cepat” tangan jeon menarik tangan Kai.
Sampailah mereka di hadapan yeoja itu “apa kau mengenali temanku ini?” menunjuk Kai.
Yeoja itu terdiam, lalu mengangguk.
“hei mengapa kau seperti itu?”
Mendengar perkataan jeon, yeoja itu terdiam dan menundukkan kepala, kemudian ia mengeluarkan kertas dan menuliskan “aku tidak bisa berbicara” dan memberikan kertas itu pada jeon.
“apa? Ma..maafkan aku, aku tidak tau kalau..”, perkataan jeon dipotong oleh Kai
“tidak baik berbicara sambil berdiri, ayo duduklah” ucap Kai sambil menuju kursi yang tersedia di supermarket itu.
“emm siapa nama mu?” tanya Kai.
Yeoja itu menuliskan namanya “geum sang” dan memberikan tulisan itu pada Kai.
“ohh geum sang?”, yeoja itu hanya tersenyum
“aku Kai, dan ini sahabatku jeon jin seong, panggil saja jeon”, dan yeoja itu mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya berbincanglah mereka hingga matahari hampir tenggelam, “hari sudah hampir malam kami harus pulang, apa kau ingin kami antar sampai rumahmu?”
“tidak perlu, rumah ku tidak jauh dari tempat ini”
“ahh baiklah kalau begitu, sampai berjumpa lagi Geum sang” ucap Kai
“daa Geum sang, lain kali kita pergi bersama bagaimana? Kau mau kan?” tiba-tiba suara jeon memecahkan suasana canggung.
Geum sang hanya tersenyum, “ahh oke kami pulang dulu ya”
“hei kau ini genit sekali ya?” ucap Kai dengan nada kesal.
“kenapa? Apa kau cemburu?”
“ahh sudahlah ayo kita pulang”
“heeii apa kau tidak ingin tahu dimana rumahnya Geum sang mu itu?”
“untuk apa jeon? Sudahlah kita pulang saja”
“dia bilang rumahnya tidak jauh dari tempat ini, jadi apa salahnya kita mengikuti dia lagi pula kau ini kan pulang kerumah ku”
“hm.. yasudahlah, kita menunggu di mobil sampai Geum sang keluar”
“itu jawaban paling tepat”
Setelah kurang dari 20 menit mereka menunggu, keluarlah Geum sang dari supermarket tadi dan berjalan membawa 2 kantong plastik di tangannya.
“itu dia Kai”
“iya aku sudah melihatnya”
“yasudah tunggu apalagi? Cepat lajukan mobilnya”
“yang bodoh itu kau apa aku?”
“mwo?”
“rumah Geum sang itu dekat dari supermarket ini, jadi selama langkahnya masih terlihat kita tunggu saja, kalau langkahnya sudah menghilang barulah kita tancap gas”, jeon hanya menarik nafas panjang.
Rupanya rumah Geum sang benar-benar tidak jauh dari tempat perbelanjaan, jika dihitung mungkin hanya berjarak 20 langkah.
“ohh ternyata di tempat itu Geum sang tinggal, besok pagi kita datangi dia Kai. Ayo sekarang kita pulang”
“hei! Kau menganggapku supir pribadimu ya!!”
“jika kau marah serti ini bagaimana Geum sang tertarik padamu Kai? Sudah lupakan dulu masalahmu, sekarang pikirkan bagaimana caranya kau dekat dengan Geum sang?”
“apa kau pikir aku menyukainya?!”
“tidak usah dipikir lagi Kai, raut wajahmu sudah memberitahuku lebih dulu”
“aah sudahlah”, Kai melajukan mobilnya kembali ke rumah Jeon.

Bersambung................
Coming Soon Part 2

Rabu, 03 Desember 2014

Mau liat video abang KAI 'kece' di VC 'In Summer' ??
Langsung aja yooookkk cekidooootttt !!!!!!




Selasa, 02 Desember 2014




 

"APINK - LET US JUST LOVE"

[YooKyung] A Pink 

[BoMi] Ttonaegamwol ([HaYoung] Naegamwol)
 
Naegamwol ([HaYoung] Naegamwol)
 
Naegamwol jalmotaenni ([HaYoung] Ni~)
 
[ChoRong] Tukhamyeon ppijigo ([NaEun] Ppijyeoseo)
 
Jichigo ([NaEun] Jichineun)
 
Naemameul arajwo
 

([YooKyung] Itjanha Baby) [BoMi] Neo ppuningeol
 
Naegaseum ttwigehaneun hansaram
 
([YooKyung] Aljanha Baby) [NamJoo] Nado ojik neoppuningeol
 

[EunJi] Urigeunyang saranghagehaejuseyo
 
Durissaujianke haejuseyo
 
Ttaeron uisimhago datujiman
 
Geuraedo (Geuraedo)
 aaaa
Geuraedo neol saranghae
 
[HaYoung] Ajigeorin najiman jiman ([NaEun] Nareul mideo jullae)
 
Eonjekkajik kajina ([NaEun] Neoman sarang hallae)
 
[EunJi] Saranghage haejuseyo
 
Yeongwon torok
 
[ChoRong] Nayaksok halkke
 

[BoMi] Jjamkkanirado yeollagi
 
Andoemyeon dap-daphae, dap-daphae, dap-daphae, dap-daphae wae irae (Wae
 
Irae)
 
[NamJoo] Chingudeul mannareon agamyeon buranhae, buranhae, buranhae,
 
Buranhae wae buranhae hae
 

([YooKyung] Itjanha Baby) [BoMi] Don't be afraid
 
Niga ssuiun kongkkak jittaemune
 
([YooKyung] Aljanha Baby) [NamJoo] Neobakke moreuneun geol na
 
Nan neoppunya~
 

[EunJi] Urigeunyang saranghagehaejuseyo
 
Durissaujianke haejuseyo
 
Ttaeron uisimhago datujiman
 
Geuraedo (Geuraedo)
 
Geuraedo neol saranghae
 
[HaYoung] Ajigeorin najiman jiman ([NaEun] Nareul mideo jullae)
 
Eonjekkajik kajina ([NaEun] Neoman sarang hallae)
 
[EunJi] Saranghage haejuseyo
 
Yeongwon torok
 
[ChoRong] Nayaksok halkke
 

[ChoRong] Urin hangsang niga deojalhae ani niga deojalhae
 
Hangsang ireoke ssaugo neul hwanaemyeo malhae
 
[NamJoo] Dasi niga nappeunjit tto naega deo nappeunjit
 
Ttajijimalgo jebal uri Yeah~Yeah
 

[EunJi] Urigeunyang saranghagehaejuseyo
 
Durissaujianke haejuseyo
 
Ttaeron uisimhago datujiman
 
Geuraedo (Geuraedo)
 
Geuraedo neol saranghae
 
[Yookyung] Ajigeorin najiman jiman ([NaEun] Nareul mideo jullae)
 
Eonjekkajik kajina ([NaEun] Neoman sarang hallae)
 
[EunJi] Saranghage haejuseyo
 
Yeongwon torok
 
[ChoRong] Nayaksok halkke
 

[EunJi] Urigeunyang saranghagehaejuseyo
 
Durissaujianke haejuseyo
 
Ttaeron uisimhago datujiman
 
Geuraedo (Geuraedo)
 
Geuraedo neol saranghae