“ LEAGUAGE OF LOVE “ (part 1)
Main Cast :
-
Kai
-
Eunhyuk
-
Park
Shin Hye
Minggu pagi, seperti biasanya Kai berolahraga berjalan
menyusuri komplek. Ditengah perjalanan Kai melihat seorang gadis kecil
duduk di pinggir jalan sambil menangis, entah bagaimana tidak ada satu orang
pun yang bersimpati melihatnya padahal begitu ramai orang pejalan kaki di
sepanjang jalan, karena penasaran ia pun mendekati gadis kecil tersebut. “annyeong”
kata Kai sambil menundukkan kepala melihat wajah gadis kecil itu, tapi gadis
itu malah menunduk seakan tidak ingin memperlihatkan wajahnya.
“Mengapa kau menangis? Apa kau sendiri?”, berkali-kali Kai
mencoba bertanya namun gadis kecil itu tetap menangis tanpa menatapnya. Tak
lama kemudian datanglah seorang yeoja, dia menggerak-gerakkan tangannya seolah
ingin tahu apa yang sedang terjadi, Kai bingung harus berbuat apa karena ia
saja tak tahu apa yang dilakukan yeoja itu.
“annyeong”, Kai mulai membuka pembicaraan namun yeoja itu
hanya membungkukkan badan dan langsung pergi membawa gadis kecil tadi.
“aneh, mengapa yeoja itu membawa gadis kecil yang tadi
menangis? Apa dia unnie nya ? gwaenchanh-ayo”, Kai melanjutkan jalannya.
**
“aah kau sudah sampai, ayo kemari kita sarapan bersama”, ajak
eomma Kai.
“jeosonghabnida, aku tidak bisa”, kata Kai sambil menatap
tajam abeoji-nya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
“sudahlah jung eun, mungkin dia perlu istirahat setelah lelah
berolahraga”, ucap abeoji pada istrinya.
(di kamar Kai)
“aku benar-benar muak dengan kelakuan lelaki itu (abeoji nya)
bagaimana bisa dia mengkhianati cinta ibuku? sampai kapan pun tidak akan ku
maafkan, aahh!”
Setelah mandi dan berpakaian rapih, Kai langsung beranjak
pergi.
“kau ingin kemana lagi sayang?”
“aku ingin mencari udara segar yang dapat memulihkan otakku
kembali”
“apa olahraga pagimu tadi kurang mendapat udara segar?”
“tadi sudah, setelah pulang kerumah udara itu menghilang”,
kata Kai sambil menatap kembali abeoji-nya
“sudahlah bu, aku pergi dulu”
“baiklah kalau begitu, pulanglah sebelum jam makan malam”
“aku tidak akan pulang jika si ber*engsek itu masih ada
disini?”
Eomma-nya pun bingung, siapa yang dimaksud ber*engsek itu
“siapa maksudmu?”
“sudahlah bu, belum saatnya ibu tau, aku pergi bu”
“aah dasar anak itu selalu saja membuatku bingung”
Baru saja eomma Kai berbalik badan bel pintu sudah berbunyi, Ting Tong !
“siapa yang bertamu pagi seperti ini?”
“sudahlah lebih baik kau lihat dulu sayang”
“aah baiklah”
Eomma Kai membuka pintu dan ternyata itu halmeoni, eomma
abeoji Kai.
“Eomma, aku kira siapa”
“aku sengaja datang karena aku rindu pada (cucu) ku
satu-satunya itu, dimana dia?”
“dia baru saja pergi, lebih baik eomma duduk dulu biar ku ambilkan
minum”
“apa kau menganggapku seorang tamu?”
“bukan seperti itu eomma, apa eomma tidak haus selama
perjalanan menuju kemari?” jawab abeoji Kai.
“terserah kau saja jung eun”
“bukankah itu jawaban yang lebih baik, yasudah tunggu
sebentar eomma” jawab eomma Kai seraya berjalan menuju dapur.
“berapa lama eomma akan menginap di rumah ini?” ayah Kai
membuka obrolan.
“aku baru saja datang kau sudah bertanya seperti itu?” jawab
halmeoni kesal.
“ini, lebih baik eomma minum dulu airnya”
Setelah halmeoni meminum air yang sudah disediakan, ia pun
menaiki tangga menuju kamar kosong tempatnya biara tidur saat sedang menginap.
**kembali
pada Kai**
Kai menyetir mobilnya dengan sangat laju, sampai-sampai dia
hampir menabrak seorang yeoja.
“hei apa kau sudah gila menyebrang jalan tanpa melihat
kendaraan yang sedang melintas” teriaknya dari dalam mobil, namun yeoja itu
hanya menundukkan kepala dan langsung beranjak pergi.
“aneh sekali, aku seperti pernah melihatnya tapi dimana?”,
Kai berpikir mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu yeoja tersebut.
“aah sudahlah itu tidak penting, yang terpenting saat ini
adalah aku harus bertemu dengan Jeon Jin Seong”, ia kembali menancap gas
mobilnya.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya sampai lah Kai
dirumah Jeon Jin Seong, Kai langsung menuju kamar Jeon dan ternyata Jeon sedang
tertidur pulas.
“hei Jeon bangunlah, aku sudah sampai”
“hmm.. ada apa lagi sih kau datang?” kata Jeon dengan nada
mengantuk
“jadi kau terganggu dengan kedatanganku? Baiklah apa kau
sudah siap Park yeong meninggalkanmu jeon?”
Jeon langsung terbangun dengan kata-kata Kai tadi “iya-iya
ada apa sahabatku? Cerita lah”
“kalau sudah berkata yeong saja kau langsung semangat”
“sudah cepat kau ingin bercerita apa? Aah pasti tentang
abeoji mu lagi ya? Apa lagi yang ia perbuat sekarang?”
“hei kau ini seperti wartawan saja, bertanyalah satu-satu”
“iya-iya maaf”
“huh! Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“kau datangi saja selingkuhan abeoji mu itu lalu kau bunuh
dia, selesai lah masalahmu”
“apanya yang selesai, pendapatmu itu membuat masalah menjadi
masalah!”
“hahaaa aku hanya bercanda Kai, jangan marah lah, bagini saja
lebih baik kau memberitahu eomma mu terlebih dahulu, dengarkan apa yang ia
sampaikan padamu Kai”
“tapi aku tidak ingin menghancurkan hati eomma”
“kau ini bagaimana, jika kau tidak memberitahu ibumu nantinya
ia juga akan tahu dan itu lebih menghancurkan hatinya, apa kau tega ?”
“ada benarnya juga perkataanmu itu”
“jadi, tidak salah kau memilihku jadi sahabatmu kan”
“menurutmu?”
“aah sudahlah, sekarang kau pulang atau menginap Kai?”
“aku menginap sajalah”
“yasudah, kebetulan eomma dan abeoji ku sedang dinas ke luar
kota”
“pantas saja rumah ini terlihat sepi”
“aah setiap hari rumah ini memang selalu sepi, kemana saja
kau?”
“lupakan, hei jeon tadi pagi itu aku bertemu dengan seorang
yeoja”
“lalu bagaimana? Kau minta nomer handphone nya? Menanyakan
alamatnya? Atau paling tidak namanya?”
“apa kebiasaan mu bertanya secara beruntun itu tidak dapat
diubah jeon?!”
“sudahlah ceritakan Kai, ayooo”
“dia itu memang cantik, tapi rasanya ada yang aneh pada dia”
“aneh bagaimana?”
“tadi pagi saat aku ingin berkenalan, dia hanya membungkukkan
badan, dan tadi saat aku dijalan menuju ke rumah mu, aku bertemu lagi dengannya
dia hampir saja ku tabrak”
“lalu?”
“aku berteriak, dan dia hanya menundukkan kepala. Aneh
bukan?”
“ia sangat aneh, apa tidak ada satu kata pun keluar dari
mulutnya?”
“tidak”
“mungkin dia tidak ingin berbicara dengan mu Kai haaahaahaha”
“terus saja meledek, ya sudah aku mau makan, apa ada makanan
jeon”
“ambillah di lemari pendingin”
“baiklah”
*(sore, di rumah jeon)
“aku ingin mencari ramen, apa kau ingin ikut?”
“apa kau tega meninggalkan ku disini bersama asistenmu?!”
“yasudah, mari”
Saat sampai di sebuah supermarket, Kai kembali melihat yeoja
yang tadi pagi bertemu dengannya dan yang hampir ia tabrak siang tadi.
“jeon lihatlah, itu yeoja yang ku ceritakan”
“mana?”
“itu”, jari Kai
menunjuk arah kanan dari tempatnya berdiri.
“ayo cepat” tangan jeon menarik tangan Kai.
Sampailah mereka di hadapan yeoja itu “apa kau mengenali
temanku ini?” menunjuk Kai.
Yeoja itu terdiam, lalu mengangguk.
“hei mengapa kau seperti itu?”
Mendengar perkataan jeon, yeoja itu terdiam dan menundukkan
kepala, kemudian ia mengeluarkan kertas dan menuliskan “aku tidak bisa berbicara” dan memberikan kertas itu pada jeon.
“apa? Ma..maafkan aku, aku tidak tau kalau..”, perkataan jeon
dipotong oleh Kai
“tidak baik berbicara sambil berdiri, ayo duduklah” ucap Kai
sambil menuju kursi yang tersedia di supermarket itu.
“emm siapa nama mu?” tanya Kai.
Yeoja itu menuliskan namanya “geum sang” dan memberikan tulisan itu pada Kai.
“ohh geum sang?”, yeoja itu hanya tersenyum
“aku Kai, dan ini sahabatku jeon jin seong, panggil saja
jeon”, dan yeoja itu mengangguk tanda mengerti.
Akhirnya berbincanglah mereka hingga matahari hampir
tenggelam, “hari sudah hampir malam kami harus pulang, apa kau ingin kami antar
sampai rumahmu?”
“tidak perlu, rumah ku
tidak jauh dari tempat ini”
“ahh baiklah kalau begitu, sampai berjumpa lagi Geum sang”
ucap Kai
“daa Geum sang, lain kali kita pergi bersama bagaimana? Kau
mau kan?” tiba-tiba suara jeon memecahkan suasana canggung.
Geum sang hanya tersenyum, “ahh oke kami pulang dulu ya”
“hei kau ini genit sekali ya?” ucap Kai dengan nada kesal.
“kenapa? Apa kau cemburu?”
“ahh sudahlah ayo kita pulang”
“heeii apa kau tidak ingin tahu dimana rumahnya Geum sang mu
itu?”
“untuk apa jeon? Sudahlah kita pulang saja”
“dia bilang rumahnya tidak jauh dari tempat ini, jadi apa
salahnya kita mengikuti dia lagi pula kau ini kan pulang kerumah ku”
“hm.. yasudahlah, kita menunggu di mobil sampai Geum sang
keluar”
“itu jawaban paling tepat”
Setelah kurang dari 20 menit mereka menunggu, keluarlah Geum
sang dari supermarket tadi dan berjalan membawa 2 kantong plastik di tangannya.
“itu dia Kai”
“iya aku sudah melihatnya”
“yasudah tunggu apalagi? Cepat lajukan mobilnya”
“yang bodoh itu kau apa aku?”
“mwo?”
“rumah Geum sang itu dekat dari supermarket ini, jadi selama
langkahnya masih terlihat kita tunggu saja, kalau langkahnya sudah menghilang
barulah kita tancap gas”, jeon hanya menarik nafas panjang.
Rupanya rumah Geum sang benar-benar tidak jauh dari tempat
perbelanjaan, jika dihitung mungkin hanya berjarak 20 langkah.
“ohh ternyata di tempat itu Geum sang tinggal, besok pagi
kita datangi dia Kai. Ayo sekarang kita pulang”
“hei! Kau menganggapku supir pribadimu ya!!”
“jika kau marah serti ini bagaimana Geum sang tertarik padamu
Kai? Sudah lupakan dulu masalahmu, sekarang pikirkan bagaimana caranya kau
dekat dengan Geum sang?”
“apa kau pikir aku menyukainya?!”
“tidak usah dipikir lagi Kai, raut wajahmu sudah
memberitahuku lebih dulu”
“aah sudahlah”, Kai melajukan mobilnya kembali ke rumah Jeon.
Bersambung................
Coming Soon Part 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar